thanks ya yang uda ngasih ne referensi
ni ada sedikit referensi dari saya semoga bermanfaat
berbicara tentang kenakalan pasti pemudalah yang jadi sasaranya, kalau berbicara tentang trend muda, narkoba, sex bebas, maka pemuda lah yang jadi imbasnya. Memang tidak dapat kita hindari, tidak dapat kita pungkiri bahwa darah muda adalah darahnya kaum remaja masa pubertas, masa pancaroba. Pada era millennium ke tiga ini globalisasi merambak kemana-mana bahkan sudah menjamur sampai kalangan muda hingga anak Balita.
Dalam pidatonya Soekarno berkata” Berikan padaku sepuluh orang pemuda maka akan ku goncangkan dunia” (Give for me ten younge man, I will kill world), ini berarti pemuda menjadi salah satu element penting dalam rangka memajukan suatu Negara ini atau sebaliknya mundurnya suatu Negara tergantung pula pada pemuda. Jadi pemudalah yang akan menghiasi hitam / putihnya suatu bangsa.
Banyak saat ini generani muda yang meniru pola kehidupan barat, dengan berbagai gaya dan perilakunya yang melenceng dalam kehidupan sehari, atau saat ini dikenal dengan sebutan “anak gaul ” dimanakah kepribadian kita saat globalisasi di uji yang masuk dalam sistem kehidupan kita, apakah ini bentuk dari memudarnya pola berfikir generasi muda sebagai penerus bangsa. Akankah kita menjadai manusia yang sukes? Haihata, haihata tsumma haihata, Is Imposible La yumkin.
Era globalisasi memang tidak bisa di kategorikan selalu membawa dampak yang positif bagi kita, namun dalam dari era globalisasi tersebut lebih dominan kearah negatif, banyak contoh kasus yang dapat kita temukan, yaitu : maraknya seks bebas dilalangan remaja , yang saat ini dianggap bukan hal yang tabu lagi, perkembangan pornografi yang dengan kemajuan teknologi yang canggih banyak dikonsumsi oleh anak dibawah umur dengan bebas dan mudah, tingkat peggunaan obat-obat terlarang yang sangat memperhatikan. Kita sebagai negara dunia ketiga dijadikan objek pasar dari penjualan obet terlarang internasional dan nomer ke tiga pengonsumsi video porno lewat Internet. Bahkan sekarang ini keutuhan sex remaja sudah menjadi istilah ”sego dan jangan” Suhanalloh. Akankah kita seperti itu? Wahai satria negara?
Dari cara berpakaian banyak remaja - remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang sexi dan elegant. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna, suapaya di cap sebagai anak yang funky, gaul ataupun yang lain. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Maka dari itu sebagai pemuda yang kreatif, dan beriman kita jauhi hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dan juga sebagai generasi muda jangan mau harga diri kita di injak-injak/di perkosa bangsa lain oleh kebudayaan barat. Kita sudah mempunyai budaya yang baik, yang beradab. Sampai kapan kita akan selalu dijajah oleh peradaban barat, kini saatnya untuk bangkit, buktikan kita mampu!!!!
Maka setiap permasalahan pasti ada penyelesaianya dan setiap ada problem pasti ada problem soulvingnya, dan penyelesaian yang paling jitu adalah kita harus bisa memilih dan memilah serta menfilter sesuai dengan kepribadian kita dan yang tak kalah pentingnya adalah kita hiasi hidup ini dengan ilmu yang kuat dengan ta’aruf dengan jiddi wal jiddan. Ingat kawan ” Black and white religion in our shoulders ”
Cukup sekian yang bisa saya sampaikan apabila ada kesalahan saya ucapkan terima kasih, karena sadar manusia tempat salah dan lupa.
Akhiron, illa liloq fill jannah.
Bangunlah saudaraku dari mimpi globalisasi yang tidak menjanjikan
artikel bagus
BalasHapuskunjungi balik ya
Referensi Bebas